Mengurai Kekhawatiran Keamanan Rokok Elektrik dari Perspektif Kesehatan

    Generasi milenial dan generasi Z saat ini sedang heboh-hebohnya dengan rokok elektrik. Awalnya, rokok elektrik diciptakan untuk menggantikan zat berbahaya nikotin pada rokok tembakau atau rokok elektrik. Penggunaan rokok elektrik sudah menjadi viral di kalangan remaja maupun dewasa, baik pria maupun wanita. Kurangnya informasi masyarakat mengenai bahaya rokok elektrik menyebabkan peningkatan penggunaan rokok elektrik. Ada yang bilang rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Hal ini menyebabkan perokok biasa beralih ke rokok elektrik karena merasa lebih aman. Begitu pula dengan perokok baru yang berani mencoba rokok elektrik karena menganggap rokok elektrik bukanlah rokok. Mereka rutin menggunakan rokok elektrik karena belum memahami bahwa rokok elektrik tetaplah rokok yang mengandung sejumlah bahan kimia yang membahayakan tubuh, terutama saluran pernafasan. 

Perbandingan Rokok Tembakau dan Rokok Elektrik

Rokok elektrik dikatakan mengandung lebih sedikit bahan kimia dibandingkan rokok tembakau. Meski demikian, cairan rokok elektrik tetap mengandung nikotin dan zat lainnya. Klaim bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau jelas tidak berdasar. Salah satu komponen asap rokok yang sering dinyatakan menimbulkan efek adiktif adalah nikotin. Jumlah nikotin dalam rokok adalah 1-2 mg. Selain nikotin, tembakau juga mengandung zat lain seperti tar, karbon monoksida, hidrogen sianida, hidrokarbon, amonia, kadmium, formaldehida, arsenik, benzena, dan nitrosamin. Zat ini berbahaya bagi paru-paru, jantung, dan organ tubuh lainnya.Nikotin dalam rokok elektrik atau rokok elektrik berbentuk cair. Jumlah nikotin dalam uap bervariasi menurut merek dan produk. Bahan lain dalam rokok elektrik antara lain nikotin, asam benzoat, propilen glikol, gliserol, dan penambah rasa. Jumlahnya belum bisa dipastikan karena sebagian besar produk rokok elektrik merupakan produk luar negeri yang masuk ke Indonesia sebagai produk elektronik. Hal ini menyebabkan rokok elektrik tidak lolos uji BPOM atau tes pemerintah lainnya, sehingga kandungan dan efek rokok elektrik tidak dapat diukur. Selain itu, peraturan mengenai rokok elektronik masih belum jelas di Indonesia.

Lemahnya Kontrol Perokok Elektrik terhadap Konsumsi Harian

Kurangnya kejelasan mengenai zat berbahaya dalam rokok elektrik membuat para perokok tidak menyadari bahaya merokok setiap harinya. Jika merokok dapat diukur dengan jumlah batang rokok yang dihisap per hari, maka tidak ada statistik yang valid untuk mengukur penggunaan rokok elektrik setiap hari. Selain itu, dengan asumsi rokok elektrik aman, perokok tidak memiliki kendali atas jumlah rokok yang mereka konsumsi per hari. Hal ini membuat rokok elektrik berpotensi lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa. Selain itu, meningkatnya rasa rokok elektrik berarti perokok menjadi lebih sering dan tanpa masalah. Perokok biasa mungkin membatasi diri pada bau dan asap rokok yang menyala, misalnya saat berada di tempat umum atau di tempat tertentu yang membuat mereka malu mengganggu orang lain. Aroma rokok elektrik yang berbeda-beda memungkinkan para perokok elektrik untuk menghisap rokok elektrik dengan aman kapanpun mereka mau. Kondisi ini tentu saja dapat meningkatkan jumlah perokok pasif yang tidak kalah bahayanya dengan perokok aktif.

Selain meningkatkan kemungkinan masyarakat untuk mulai merokok, rokok elektrik juga berpotensi meningkatkan jumlah perokok baru, terutama dikalangan generasi muda. Aroma yang berbeda dan gaya rokok elektrik yang berbeda benar-benar memanjakan mata dan rasa ingin tahu. Tembakau masih memiliki rasa yang kuat sehingga mungkin membuat perokok baru merasa tidak nyaman. Sementara itu, rasa keras pada rokok elektrik tidak lagi menjadi kendala bagi perokok baru karena mencakup rasa dan bau yang berbeda. Selain itu, rokok elektrik lebih banyak tersedia dibandingkan rokok tembakau dalam hal metode dan penggunaan. Membawa rokok elektrik di badan sudah menjadi tren saat ini. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan situasi yang diinginkan perokok. Kapan dan dimana merokok elektrik itu sederhana. Hal ini membuat frekuensi merokok menjadi tidak terkendali.

Tetap Menjadi Keren Tanpa Rokok

Berhenti merokok tetap merupakan cara terbaik untuk mengurangi bahaya merokok. Berhenti merokok tentu saja tidak mudah. Nikotin memberikan efek pada otak yang membuat penggunanya senang dan tenang. Hal inilah yang membuat perokok menjadi ketagihan dan sulit untuk berhenti, karena merupakan lingkaran setan yang tidak mudah untuk diputus. Orang yang ingin berhenti merokok dapat menggunakan layanan berhenti merokok, yang sering kali ditawarkan oleh psikiater, untuk membantu mereka mengatasi kecanduannya. Selain itu, bagi perokok yang mengalami gangguan pernapasan akibat bahaya serius dari rokok tembakau dan rokok elektrik, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis paru.

Referensi: https://rsjrw.rsjlawang.com/artikel/racun-dibungkus-fashion-rokok-elektrik-tidak-lebih-baik-dari-tembakau


Komentar